<
Panduan Wisata Indonesia

Identitas Suku Bangsa Aceh

Terletak di wilayah Aceh yang merupakan propinsi paling utara di pulau Sumatra, sekitar 3.4 juta jiwa suku Aceh sangat terkenal di seluruh kepulauan Indonesia karena ketaatan mereka pada Islam dan juga sikap perlawanan keras terhadap penjajahan maupun pemerintah Indonesia. Pada abad ke-19 Aceh sangat terkenal dengan perkebunan lada, tetapi pada awal tahun 90an sebagian besar masyarakat Aceh,terutama yang berada di daerah pesisir pantai hidup sebagai petani.

Suku bangsa Aceh tidak mempunyai kelompok kemasyarakatan yang besar, anggota inti keluarga terdiri dari ibu, ayah dan anak merupakan pusat dari unit sosial. Tidak seperti suku Jawa atau Bali, sistem kekeluargaan masyarakat Aceh memisahkan dengan jelas lingkungan aktivitas berdasarkan peran laki-laki dan perempuan. Secara tradisional, kaum laki-laki diarahkan untuk berkecimpung dalam dunia perdagangan. Dalam prakteknya yang disebut merantau yaitu pergi ke luar negeri atau meninggalkan tanah kelahiran, laki-laki dewasa meninggalkan kampung halaman mereka dalam waktu yang cukup lama untuk mencari peruntungan, pengalaman dan reputasi melalui perdagangan. Hal ini bisa berarti melakukan perjalanan ke desa, propinsi atau pulau yang lain. Proses kedewasaan pada kaum pria dilihat pada saat mereka keluar dari rumah dan tumbuh di luar dunia mereka yang didominasi oleh kaum perempuan yang penuh aturan dan larangan, menuju dunia yang berdasarkan pertimbangan rasio, yang pelaksanaannya diekspresikan melalui kemampuan dalam berdagang. Sebagai salah satu contoh model keluarga Aceh adalah, seorang perempuan menyuruh laki-laki mereka keluar rumah untuk berdagang dan akan menerima mereka kembali saat mereka pulang membawa banyak uang. Ketika sang laki-laki sudah kehabisan uang, si perempuan akan menyuruh mereka keluar rumah lagi. Sementara itu, pihak perempuan dan anggota keluarga lainnya bertanggung jawab untuk bekerja di ladang dan menjaga supaya kebun serta sawah mereka tetap produktiv.



Written by The Library of Congress - Country Studies

Data as of November 1992

Diterjermahkan secara bebas oleh Endang Lestari

Bahasa Indonesia Inggris Jerman

Bahasa